empty
 
 
16.03.2026 09:09 AM
WTI. Prediksi. Minyak WTI Amerika Menguat di Tengah Ancaman Trump terhadap Fasilitas Ekspor Iran

This image is no longer relevant

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) saat ini trading di dekat level psikologis $100.

Pada hari Minggu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz harus segera dipulihkan. Sementara itu, para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels sedang membahas kemungkinan manuver angkatan laut sebagai respons terhadap pemblokiran selat tersebut. Presiden AS Donald Trump juga melaporkan adanya negosiasi dengan para mitra untuk mengamankan jalur ini, yang secara keseluruhan mengurangi risiko terhadap rantai pasok global.

Meskipun demikian, WTI masih mengalami peningkatan di tengah rencana pemerintah Trump terkait kemungkinan serangan ke fasilitas ekspor penting di Iran, yang merupakan anggota OPEC dan terletak di Pulau Kharg. Saat ini, pasar menunggu rilis mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan untuk hari Selasa.

Setelah serangan AS ke lokasi utama minyak Iran di Pulau Kharg dan upaya Trump untuk mendorong para sekutu agar membantu mengatasi blokade di Selat Hormuz, harga minyak mengalami lonjakan. Pada hari Senin, Trump mengonfirmasi adanya dialog dengan negara-negara lain untuk mengatur selat tersebut, sembari menekankan kolaborasi dengan Israel demi menjaga keamanan jalur pelayaran yang sangat penting ini.

Presiden AS memperingatkan bahwa jika Teheran mengganggu jalannya operasi, serangan mungkin akan diarahkan ke infrastruktur energi Iran, mengingat Selat Hormuz telah praktis ditutup sejak 28 Februari di tengah operasi AS dan Israel. "Serangan di Kharg dan ancaman dari Trump meningkatkan ketegangan dalam konflik," ujar Natasha Kaneva, yang berada di posisi kepala strategi komoditas global di JPMorgan.

Di sisi lain, langkah penting melepaskan 400 juta barel minyak oleh International Energy Agency (IEA) dari cadangan strategis dapat mengurangi lonjakan harga WTI. IEA menyatakan bahwa pelepasan luar biasa 400 juta barel minyak ini merupakan bagian dari usaha untuk mengurangi efek ekonomi akibat konflik antara AS dan Israel dengan Iran. Pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi oleh negara-negara anggota IEA bertujuan untuk sementara menambah pasokan dan mencegah lonjakan harga yang ekstrem di tengah risiko geopolitik yang meningkat.

Dari perspektif teknikal, indikator osilator pada grafik harian berada di zona positif, yang umumnya menunjukkan adanya kelanjutan dari tren naik, tetapi relative strength index terletak di area jenuh beli, yang mengindikasikan kemungkinan koreksi. Jalur dengan resistensi terendah masih mengarah ke atas.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.